Apa itu UKM? Ini Pengertian dan Tips Mengembangkannya
Apa itu UKM? Ini Pengertian dan Tips Mengembangkannya
Bisnis merupakan salah satu langkah untuk memperoleh pundi-pundi kekayaan yang berlimpah dan mencapai kebebasan finansial. Jika bicara soal bisnis, pasti kuat hubungannya dengan UKM.
Tetapi, sebelum menjadi pebisnis sukses, tidak sedikit dari mereka yang mengawali usahanya dari nol atau bisa juga disebut sebagai UKM. Namun, cukup banyak orang yang belum mengetahui tentang UKM.
Jadi, apa itu UKM dan apa bedanya dengan UMKM? Yuk, simak pembahasan selengkapnya pada artikel Waralabaplus berikut ini.
Apa Itu UKM?

UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah istilah yang merujuk ke jenis usaha kecil yang mempunyai modal paling banyak Rp 5 Miliar dan pendapatan per tahun secara maksimal Rp15 miliar.
Modal itu tidak terhitung tanah dan bangunan tempat usahanya. Semua ketetapan di atas sesuai Peraturan Pemerinta No. 7 tahun 2021 sebagai aturan yang terbaru.
Disamping itu, UKM bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan. UKM adalah usaha yang berdiri sendiri tapi masih dalam skala kecil dan menengah.
Dan menurut Keputusan Presiden RI No.99 Tahun 1998, pengertian usaha kecil adalah “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Perbedaan UKM dan UMKM
Selain UKM, kamu tentu juga sering mendengar istilah tentang UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Sebenarnya terdapat perbedaan antara keduanya dengan penambahan usaha mikro pada UMKM.
Berikut ini adalah perbedaan UKM dan UMKM yang perlu kamu ketahui, antara lain:
UKM
-Telah mempunyai produk utama, bahkan variasi produk.
-Sudah menetap pada satu tempat atau mempunyai beberapa tempat usaha.
-Sudah mempunyai manajemen finansial yang baik dan teratur, serta rutin dalam melakukan audit.
-Sudah mempunyai SDM yang berpengalaman dan kompeten
-Sudah terdaftar dan mempunyai legalitas seperti NPWP, izin usaha, sampai hak cipta.
UMKM
-Produk dapat berubah seiring berjalannya waktu.
-Belum mempunyai tempat usaha tetap.
-Pengelolaan finansial masih menggunakan proses yang sederhana dan belum memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
-Belum berpengalaman, biasanya pemilik usaha terjun secara langsung ke lapangan.
-Belum mempunyai izin usaha.
Singkatnya, UKM lebih siap untuk berkembang dengan menjadi bisnis yang besar dengan adanya izin usaha dan tempat usaha yang secara pasti. Sementara UMKM masih mencakup usaha mikro yang secara pengelolaan masih dalam proses yang sangat sederhana.
Contoh UKM
Dari jutaan jumlah UKM di Indonesia, terdapat banyak sekali contoh yang bisa kamu temukan. Berikut ini ada beberapa contoh UKM yang perlu kamu ketahui, antara lain:
1. UKM Kuliner
Usaha menengah di bagian kuliner ini menjadi satu diantara primadona yang saat ini sudah banyak bisnisnya. Karena usaha kuliner sudah pasti dicari oleh setiap orang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
UKM kuliner bukan hanya berupa berupa restoran tetapi usaha rumahan yang semua dikelola dari rumah. Contoh UKM kuliner ini banyak, misalnya makanan ringan (snack) seperti dimsum dan kue kering, dan makanan berat biasanya ada yang buka usaha catering, dan terakhir ada minuman misalnya coffee shop.
Ditambah dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, memudahkan kamu untuk melakukan pengiriman makanan seperti Gojek dan Grab hingga usaha makanan online jadi bisa semakin maju.
2. UKM Fashion dan Skincare
Salah satu contoh usaha UKM yang masih menjadi primadona apa lagi usaha ini bisa dilakukan secara online. Caranya gampang tinggal membuat online shop lewat web atau e-commerce. Beberapa jenis fashion sendiri lumayan banyak seperti atasan, bawahan, jilbab, dan sepatu bisa dijual. Karena fashion selalu berkembang mengkuti tren masyarakat.
Apalagi untuk kamu yang mempunyai passion di bagian industri fashion, juga bisa membuat brand fashionmu sendiri. Saat ini telah banyak brand fashion lokal yang dicari oleh masyarakat bahkan juga memiliki pelanggan sendiri.
Selainnya fashion, wanita memiliki interest pada skincare dan make up dari sana kamu dapat memulai usaha kecil produk tersebut. Ditambah trend sampai sekarang yaitu skincare yang dibuat dari bahan alami yang sanggup membantu mengatasi permasalahan kulit.
Sekarang ini telah banyak muncul beberapa usaha skincare lokal terkenal, mereka juga mengawalinya dari usaha kecil terlebih dahulu.
3. UKM Jasa Foto dan Video
Contoh lainnya adalah membuka jasa fotografi dan videografi. Meskipun saat ini sudah banyak orang yang bisa memakai camera tetapi tentu saja masih tetap membutuhkan bantuan seorang fotografer dan videografer untuk mendokumentasikan momen tertentu.
Karena mereka cukup dibutuhkan untuk acara tertentu seperti prewedding, wedding, wisuda, anniversary, dan lainnya. Salah satu contoh usahanya kamu dapat membuat foto studio bersama dengan kolega atau berawal dari freelance perorangan sebagai fotografer.
Cara Mengembangkan UKM
Berikut ini adalah bagaimana cara mengelola dan mengembangkan UKM yang perlu kamu ketahui, antara lain:
1. Kenali Kompetitor
Sebelum membuat UKM, kamu harus mengenal siapa kompetitor pada usaha tersebut. Karena itu adalah hal terpenting pertama yang harus dilakukan sebelum memulai usaha.
Melalui analisis kompetitor, kamu bisa mengetahui apa kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki dibandingkan kompetitor. Dengan demikian, kamu dapat menentukan posisi dari bisnismu dan kompetitor.
Sebagai catatan, kamu harus melihat kompetitor yang sepadan. Misalnya, jika kamu membuka UKM maka kamu mencari pesaing serupa yang masih UKM, jangan yang mempunyai brand besar. Ada cara untuk kamu yang ingin memulai bisnis
2. Promosi
Selanjutnya tips yang dapat kamu kerjakan adalah melakukan promosi. Hal ini perlu dilakukan pelaku usaha untuk memasarkan produknya agar dikenal oleh masyarakat.
Banyak langkah promosi yang dapat dipakai. Misalnya, media sosial sudah pasti pelaku usaha melakukan promosi melalui media ini dengan membuat akun official dari bisnismu.
Selain itu, bisa memakai website bisnismu dimana kamu dapat memasukkan produk jualan. Kamu juga bisa memakai Whatsapp business untuk mempromosikan produk ke konsumen.
3. Branding
Peranan branding bisa membantu konsumen agar dapat lebih mudah mengenal dan mengidentifikasi bisnismu. Kamu bisa memulai dengan menentukan misi, visi, logo, dan brand identity. Jadi, kamu bisa menjual produk sekaligus membuat citra bisnis pada konsumen.
4. Pasarkan Secara Online
Dengan memasarkan secara online hal itu bisa mencapai konsumen agar lebih luas dan biaya operasionalnya jadi lebih murah.
Sebagai langkah awal, kamu bisa membuat akun usaha pada media sosial, atau buka toko di marketplace terlebih dahulu.
Tetapi, jika kamu mempunyai gagasan untuk memulai usaha untuk target jangka panjang, maka cara yang jitunya dengan membuat website.
5. Memaksimalkan Digital Marketing
Jika UKM sudah sudah go online, karena itu proses dalam memasarkan produknya juga harus online. Alasannya, marketing online menjadi lebih efektif dengan menyasar target konsumen yang tepat, prosesnya lebih sederhana dan biayanya lebih murah dengan eksekusi yang cepat.
Kesimpulan
UKM sebagai usaha perorangan dengan modal yang belum terlalu besar, tetapi bisa menjanjikan dengan potensi penghasilan yang tinggi. Apa lagi, kesempatan UKM pada berbagai bidang juga masih terbuka lebar. Untuk mencapai kesuksesan, karena itu dibutuhkan strategi yang tepat agar UKM yang kamu atur bisa bertahan di tengah persaingan usaha besar atau UKM lainnya.
