Content Pillar: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya
Content Pillar: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya
Membuat content pillar adalah salah satu hal yang tak boleh dilewatkan oleh para pebisnis atau tim konten saat membuat konten.
Namun, tidak sedikit dari mereka yang belum memahami apa itu content pillar sendiri. Apakah Anda salah satunya?
Jika iya, Anda tidak perlu khawatir! Karena di bawah ini Waralabaplus akan membahas panduan lengkap tentang cara membuat content pillar, lengkap dengan pengertian, elemen, contoh, dan manfaatnya.
Apa Itu Content Pillar?

Content pillar adalah pondasi atau dasar yang menopang kesuksesan sebuah konten. Pilar ini berfungsi untuk memastikan bahwa upaya Anda secara merata di semua tujuan, baik dari awareness, perolehan prospek, hingga konversi.
Tanpa pilar konten, konten Anda tidak memiliki arah, artinya konten Anda akan memberikan jangkauan, kesadaran merek, dan keterlibatan yang lebih rendah daripada seharusnya.
Elemen Content Pillar dan Contohnya

Dalam penerapannya, content pillar memiliki berbagai elemen tergantung pada tujuan pemasaran konten itu sendiri. Berikut ini adalah setidaknya ada tiga elemen utama content pillar, antara lain:
1. Information
Elemen atau jenis content pillar yang pertama adalah informational content. Konten ini akan memberikan informasi atau hal-hal yang ingin Anda sampaikan terkait produk atau bisnis Anda.
Misalnya seperti bagaimana produk Anda bekerja, bagaimana cara pelanggan menemukan, membeli, atau membayar nya, dan masih banyak lagi.
2. Education
Konten education umumnya mencakup subjek secara mendalam. Apabila topik yang disampaikan cukup kompleks, maka Anda dapat memecah sub topik menjadi beberapa bagian.
Contohnya adalah panduan lengkap yang membahas pengertian, manfaat, fungsi, jenis, cara kerja, dan lainnya dalam satu konten.
3. Engagement
Berbeda dengan dua jenis content pillar sebelumnya, engagement content adalah konten yang dapat menarik minat audiens Anda.
Konten ini menarik lebih banyak interaksi dengan prospek dan pelanggan Anda. Contohnya adalah konten yang membuka ruang diskusi seperti sesi tanya jawab di media sosial.
Manfaat Content Pillar Untuk Bisnis
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh bisnis atau marketer apabila menggunakan content pillar dalam menentukan strategi konten. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut, antara lain:
- Memungkinkan bisnis untuk tetap fokus pada tujuan inti.
- Membangun brand awareness yang solid.
- Meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan target audiens.
- Memberikan nilai yang konsisten kepada pelanggan.
- Membantu menentukan strategi konten pemasaran yang tepat.
- Meningkatkan conversion rate.
- Menambah angka penjualan dan pendapatan bisnis.
Cara Membuat Content Pillar
Berikut ini adalah beberapa cara membuat content pillar yang tepat, antara lain:
1. Kenali Siapa Target Audiens Anda
Sebelum mulai membuat konten, Anda harus memahami terlebih dahulu siapa target audiens Anda. Dalam hal ini, Ansa bisa melakukan riset, analisis, dan membuat buyer persona yang menggambarkan mereka.
Selain itu, Anda juga dapat mengajukan menjawab pertanyaan seperti:
- Siapa pelanggan Anda? Seperti apa demografi dan psikografis mereka?
- Jenis konten seperti apa yang dikonsumsi pelanggan Anda setiap harinya?
- Jenis konten apa yang secara historis berkinerja baik dengan pelanggan Anda?
- Bagaimana pelanggan Anda berinteraksi dengan merek bisnis Anda?
Memahami target audiens akan membantu Anda untuk membentuk pilar konten yang jelas dan kuat. Sehingga dapat menunjukkan brand voice yang tepat kepada pelanggan Anda.
Setelah itu lanjutkan dengan mengidentifikasi kebutuhan mereka. Manakah dari pain point mereka yang dapat Anda atasi melalui konten Anda?
2. Identifikasi Topik
Langka yang kedua adalah mengidentifikasi topik konten yang tepat. Dalam hal ini, Anda perlu memfokuskan halaman pilar Anda pada satu topik.
Pikirkan gambaran besar, bukan kata kunci. Tetapi, penting juga untuk tidak membuat topik tersebut menjadi terlalu besar. Pilihlah topik yang sesuai dengan konteks bisnis Anda atau kebutuhan target audiens Anda.
3. Lakukan Keyword Research
Kemudian, Anda dapat melanjutkan dengan melakukan keyword research. Dalam hal ini, kata kunci Anda harus menyertakan long tail keyword dan frasa terkait untuk memaksimalkan traffic.
Anda juga dapat kembali melihat buyer persona Anda dan jelajahi pain point yang dialami audiens Anda untuk menemukan kata kunci yang tepat.
4. Pilih Subtopik
Anda memerlukan elemen pendukung untuk mendukung kesuksesan strategi konten pilar Anda, yaitu subtopik.
Subtopik berfungsi untuk mendukung topik Anda dan terus membantu audiens mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan.
5. Drafting
Apakah Anda sudah melakukan keempat langkah di atas? Jika iya, maka Anda bisa mulai melakukan drafting untuk konten Anda.
Kumpulkan penelitian yang telah Anda lakukan dan mulailah mengembangkan konten yang ingin Anda buat.
Dalam hal ini, Anda juga dapat memecah, mendaur ulang, dan ‘menyegarkan’ konten dari berbagai sumber yang relevan dengan topik dan kata kunci Anda.
Kesimpulan
Itu dia cara membuat konten pilar yang perlu Anda ketahui. Bagaimana, cukup mudah bukan? Untuk membuat strategi konten yang sukses, Anda perlu memahami siapa audiens Anda dan mengetahui kebutuhan mereka.
