Financial Forecasting: Pengertian, Manfaat, dan Metodenya

financial-forecasting-3
Manajemen Keuangan

Financial Forecasting: Pengertian, Manfaat, dan Metodenya

Salah satu aktivitas yang cukup vital dalam pengelolaan keuangan bisnis adalah melakukan financial forecasting sebelum memasuki periode fiskal selanjutnya.

Nantinya, data maupun insight yang bisnis peroleh dari hasil inisiatif ini dapat memberikan banyak kontribusi terhadap strategi keuangan bisnis untuk satu tahun ke depan.

Apa saja manfaat yang perusahaan dapat peroleh dari tren data tersebut? Jadi, bagaimana cara mengolahnya? Simak selengkapnya pada artikel Waralabaplus berikut ini. Check It Out!

Apa Itu Financial Forecasting?

Financial forecasting merupakan sebuah metode komprehensif yang menyajikan data analisis secara historik terkait keuangan di periode-periode sebelumnya, periode saat ini, dan memprediksikan tren, pola, dan anomali yang akan terjadi selanjutnya pada periode selanjutnya.

Seperti halnya manusia yang bertindak sebelum berpikir dan memprediksi output-nya, perusahaan juga perlu melakukan prediksi yang sama untuk mengukur capaian dan ketidakpastian hasil yang akan dihadapi nantinya.

Mengandalkan data informasi keuangan yang akurat dan terukur, memberikan gambaran prediksi dari fenomena yang belum terjadi secara lebih efektif.

Melalui hal ini, perusahaan dapat mempersiapkan tindakan mitigasi, rencana alternatif, dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan keuangan.

Itulah yang menjadi peran dan tujuan dari financial forecasting dalam manajemen keuangan bisnis yang penting dan perlu Anda pahami nantinya.

Idealnya, memprediksi keuangan dilakukan berdasarkan periode tertentu, mulai dari bulanan, triwulan, atau tahunan.

Ini di sebabkan karena metode forecast sangat dipengaruhi oleh tren bisnis dan faktor eksternal lainnya yang sangat dinamis, sehingga perlu ada pembaruan secara berkala.

Photo by Freepik

Manfaat Financial Forecasting

Ada beberapa manfaat yang dapat Anda rasakan dalam menerapkan metode financial forecasting yang tepat dan efektif, antara lain:

1. Menjalankan Perencanaan Strategis

Adanya analisis dan prediksi yang baik membantu perusahaan dalam merencanakan langkah-langkah strategis dan optimis.

Tentunya hal ini memberikan gambaran yang positif untuk peforma keuangan di masa mendatang dan perencanaan bisnis dalam jangka panjang.

2. Pengelolaan Arus Kas yang Lebih Efektif

Adanya perspektif dan gambaran mengenai tren dan pola untuk periode selanjutnya, dapat membantu perusahaan dalam mengelola dan meningkatkan arus kas agar dapat bekerja secara lebih efektif.

3. Meningkatkan Kepercayaan

Selain mendapatkan dana melalui laba pendapatan, perusahaan juga biasanya mendapat suntikan dana melalui investor yang menginvestasikan dananya dan kreditur yang memberikan bantuan dana pinjaman untuk pengembangan bisnis.

Melalui proyeksi arah keuangan yang mudah di baca dan dalam jangka panjang, pihak eksternal dapat meningkatkan rasa kepercayaan dan memfasilitasi negosiasi yang lebih baik.

4. Pengendalian Biaya

Memprediksi keuangan juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi area dengan biaya yang terlalu besar dan tidak efektif dalam pemanfaatannya.

Melalui evaluasi dan mitigasi, perusahaan mampu mengurangi beban biaya yang tidak perlu dan menyeimbangan neraca keuangan untuk kesehatan finansial yang lebih baik.

5. Manajemen Risiko

Dengan pemahaman yang baik melalui financial forecasting, perusahaan dapat memahami lebih baik dan mengelola risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang, seperti fluktuasi mata uang atau perubahan kondisi pasar.

Metode Financial Forecasting

Seiring berjalannya waktu, sampai saat ini terdapat variasi metode dalam memperkirakan atau memprediksi keuangan sesuai karakteristik dari perusahaan beserta tujuan melakukan forecast.

1. Metode Sales

Metode sales bertujuan untuk melengkapi berbagai proses pengelolaan keuangan secara lebih efisien, mulai dari penganggaran, pengelolaan, hingga pemanfaatan.

Dalam metode ini, terbagi menjadi dua model analisis, yaitu metode bottom-up dan top-down.

Metode bottom-up menganalisa data berdasarkan laporan penjualan pada periode yang sama, melihat pola tren dan anomali yang terjadi, dan menggunakannya untuk memprediksi apa yang akan terjadi di periode selanjutnya.

Sedangkan metode top-down melihat perusahaan secara keseluruhan, menilai area pasar yang dapat dicakup, dan memprediksi perkiraan tren berdasarkan kedua faktor tersebut.

2. Metode Cash Flow

Dasar dari penggunaan metode ini mengandalkan faktor-faktor yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran arus kas bisnis selama periode fiskal.

Umumnya, cara ini akan berjalan efektif untuk memprediksi tren untuk jangka pendek dan perlu adanya pembaruan secara berkala.

Di sisi lain, metode ini cocok untuk mengidentifikasi kebutuhan finansial secara mendesak.

3. Metode Historical

Dalam metode historik, data diperoleh melalui laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan laba-rugi dari periode yang sudah berjalan.

Melalui data ini, penelusuran tren dan pola perubahan dilakukan untuk memproyeksikan pertumbuhan yang dapat terjadi di periode selanjutnya.

Kesimpulan

Itulah penjelasan selengkapnya mengenai metode financial forecasting yang membantu perusahaan untuk memprediksi dan menyusun strategi keuangan untuk periode selanjutnya.

Di harapkan, dengan penerapan metode yang tepat dan akurat dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kesehatan finansial maupun pertumbuhan bisnis.

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare
aaaaa