Mengenal Frontal Attack Strategy dalam Dunia Marketing

Digital Marketing

Mengenal Frontal Attack Strategy dalam Dunia Marketing

Dunia bisnis itu memang kejam. Jika kita tidak mampu mengalahkan atau terlalu gak tegaan dengan kompetitor, maka lambat laun bisnis yang kita jalani akan mengalami kemunduran.

Dalam dunia bisnis, kita dituntut untuk selalu bisa menghadirkan inovasi terbaru, yang itu sesuai dengan kebutuhan daripada konsumen, yang terus berubah seiring kemajuan zaman.

Kadang kala, kebutuhan bukan lagi dasar daripada pembelian daripada konsumen, faktor-faktor lain yang itu erat dengan keinginan, juga menjadi dasar dari mereka melakukan pembelian.

“Apakah barang ini dapat memenuhi gengsi saya?”, “Apakah barang ini dapat membuat saya bertambah gagah atau cantik?”, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, haruslah dapat dijawab oleh seorang pebisnis dalam sebuah kampanye produknya.

Sekalipun produk mereka berseberangan dengan itu, mereka harus memikirkan cara terbaik untuk bisa lebih dekat dengan calon pelanggan. Dalam dunia bisnis, kita bisa memahami kalimat-kalimat sebelumnya ini, dalam sebuah istilah psikologi marketing.

Sebuah teknik pemasaran di mana unsur psikologis daripada pelanggan jadi motif utama untuk memunculkan hasrat pembelian.

Taktik seperti inilah yang sudah digunakan oleh banyak brand-brand ternama dunia, termasuk dalam dunia F&B, seperti KFC, McDonalds, Burger King dan lain sebagainya.

Psikologi marketing sendiri terdiri dari banyak jenis. Saking banyaknya jenis daripada psikologi marketing ini, mimin yakin 1 hari pun tidak akan sanggup untuk membahas semuanya.

Dapat dikatakan juga semua jenis daripada psikologi marketing ini, unik-unik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Di dalam artikel ini, mimin akan membahas tentang salah satu jenis psikologi marketing, yang kegunaannya bukan hanya ampuh untuk menarik perhatian audiens, tapi juga ampuh untuk memecah kompetitor yang sudah berada di atas angin atau sukses melakukan monopoli.

Jenis psikologi marketing ini dapat kita pahami sebagai bagian dari serangan brutal dalam dunia marketing.

Kita bisa menyebutnya sebagai frontal attack strategy. Apa itu frontal attack strategy, apa saja manfaat dan bagaimana contoh nyatanya?.

Simak baik-baik artikel ini ya!.

Apa itu Frontal Attack Strategy?

Frontal attack strategy adalah strategi menyerang secara terbuka dalam dunia marketing. Strategi ini, adalah antitesis sempurna daripada strategi lainnya, seperti guerilla marketing.

Fokus daripada strategi ini, adalah menyerang kelemahan daripada kompetitor, dan menjadikannya sebagai bagian dari kampanye promosi brand. Brand yang melakukan strategi ini, yakin bahwa kelemahan kompetitor tersebut, dapat mereka tutupi.

Adapun jenis kelemahan yang diserang dari kompetitor beragam. Mulai dari kualitas produk, kuantitas produk, pelayanan jasa, atau bahkan slogan daripada kompetitor.

Dalam dunia bisnis pemasaran, strategi ini terbilang sering diterapkan oleh pebisnis yang berasal dari luar negeri, terutama Amerika yang memang menganut sistem liberal.

Kita tentu masih ingat dengan persaingan melegenda antara Pepsi dengan Coca-Cola. Apple dengan Samsung, Adidas dengan Nike, McDonalds dengan Burger King, dan lain sebagainya.

Masing-masing daripada brand ini, aktif melakukan serangan terbuka melalui banyak iklan promosi yang kreatif.

Kita bisa menyebut iklan seorang anak yang ingin mengambil Pepsi dari vending machine, tapi terlebih dahulu membeli 2 kaleng Coca Cola untuk jadi pijakan, demi bisa menekan tombol vending Pepsi.

Ada juga Burger King yang merilis Real Meals untuk meledek produk burger McDonalds, Happy Meal. Bagaimana dengan di Indonesia?. Waralabaplus akan memberikan 3 contohnya.

Manfaat Frontal Attack Strategy dalam Bisnis

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari frontal attack strategy ini. Beberapa di antaranya seperti;

Strategi terbaik untuk menjalankan konsep viral marketing. Brand Anda bisa mendapatkan lebih banyak engagements dalam waktu yang super singkat.

Anda bisa memecah audiens daripada kompetitor untuk mulai menggunakan produk atau jasa Anda.

Cara terbaik untuk bisa mencuri brand perception positif dan melambungkan brand awareness bisnis.

Membantu bisnis mendapatkan lebih banyak lead dan juga konversi.

Menumbuhkan daya saing tersendiri.

Meskipun memiliki banyak manfaat, frontal attack strategy ini perlu dijalankan secara hati-hati, karena jika tidak, akan menjadi boomerang untuk bisnis Anda.

Contoh Frontal Attack Strategy

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang contoh frontal attack strategy ini dari brand-brand luar, kini saatnya untuk membahas contohnya dari brand dalam negeri.

Tidak kalah panas dengan brand luar, ada banyak brand sesama negeri yang pernah berseteru hebat. 3 di antaranya seperti;

1. Telkomsel vs XL

Ya, keduanya adalah perusahaan provider jaringan telepon dan internet. Persaingan di antara keduanya begitu melegenda, dan satu yang mungkin akan selalu kita ingat adalah persaingan mereka dalam memainkan peran brand ambassador.

XL lebih dulu melakukan serangan terbuka melalui promosi iklan yang jelas-jelas menyindir Telkomsel.

Adapun brand ambassador mereka saat itu adalah Sule dan juga Baim kecil.

Hebatnya, entah karena kontrak Sule yang tidak diperpanjang sebagai BA XL, ia langsung direkrut oleh Telkomsel. Telkomsel lalu membuat iklan dengan kata-kata yang jelas menyindir iklan XL sebelumnya “Makanya, jangan mau dibohongi anak kecil”.

2. Tolak Angin vs Bintang Toedjoe

Berbeda dengan contoh yang pertama, di sini, pihak yang menjadi monopoli atau raksasa pasar, Tolak Angin, tidak melakukan serangan balasan.

Bintang Toedjoe, produk jamu herbal anti masuk angin dari PT Bintang, anak dari perusahaan PT. Kalbe Farma yang aktif melakukan serangan.

Melalui Butet Kertaradjasa yang saat itu menjadi BA, Bintang Toedjoe membuat iklan dengan kalimat menohok seperti di bawah ini;

Saya ini beruntung alias bejo. Orang malas kalah sama orang pintar. Orang pintar kalah sama orang bejo. Meski bejo harus kerja, bisa-bisa masuk angon loh. Masuk angin minum Bintang Toedjoe Masuk Angin. Aroma terapinya langsung hangat, angin langsung minggat. Istriku senang, lha bejoku gueede. Orang bejo lebih untung dari orang pinter

Serangan ini, diakui sebagai bentuk upaya agar Bintang Toedjoe bisa keluar dari kategori Mee Too Product.

3. Aqua vs Le Minerale

Terakhir adalah persaingan antara Aqua dan Le Minerale. Sama seperti contoh yang pertama, Aqua yang menjadi raksasa monopoli pasar air mineral juga aktif melakukan serangan balasan.

Perang antar brand ini dimulai dari iklan Le Minerale, Nycta Gina yang berkata: “Kalau galonnya gak bening, yakin airnya bersih”?. Kalimat ini menyindir keras Aqua.

Aqua tentu tidak mau diam. Melalui talentnya yakni Raisa, Aqua membalas dengan statement; walau perlu banyak galon di rumah, galonnya tidak jadi tumpukan sampah. Menyindir Le Minerale yang menggunakan galon sekali pakai.

Bagaimana, menarik bukan pembahasan kali ini?.

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare
aaaaa