Mengenal Apa itu Neuromarketing, Strategi Marketing berdasarkan Sains!
Mengenal Apa itu Neuromarketing, Strategi Marketing berdasarkan Sains!
Strategi pemasaran yang digunakan pebisnis saat ini cukup banyak, salah satunya yaitu dengan strategi neuromarketing. Akan tetapi bagi pebisnis pemula sering kali masih cukup awam dalam memahami apa itu neuromarketing hingga seperti apa contoh neuromarketing pada umumnya.
Tentu saja pembahasan tentang strategi yang satu ini akan cukup menarik untuk diketahui. Setidaknya memberikan gambaran tentang neuromarketing adalah hal yang di harapkan para pebisnis yang ingin menerapkan strategi pemasaran tersebut.
Untuk lebih jelasnya, simak informasi lebih jelasnya pada artikel Waralabaplus di bawah ini. Check It Out!
Apa itu Neuromarketing?
Neuromarketing adalah sebuah ilmu yang menggabungkan beberapa hal, meliputi neuroscience dan ilmu pemasaran. Sehingga dengan kedua hal tersebut di dapatkan hasil riset terkait kebutuhan pelanggan yang bisa di aplikasikan pada produk yang di pasarkan.
Pada prinsipnya neuromarketing adalah cara mempromosikan suatu produk dan jasa dengan konsep memengaruhi pelanggan tanpa di sadari. Di mana hal ini di lakukan melalui desain visual media promosi yang tepat. Sehingga tanpa sadar pelanggan tertarik untuk mencoba produk dan jasa tersebut.
Tujuan neuromarketing adalah membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pengetahuan, waktu, dan penelitian yang ekstensif.
Di sisi lain, penerapan neuromarketing juga dapat memberikan peluang bagi bisnis untuk tidak hanya membangun loyalitas pelanggan, tetapi juga membangun otoritas.
Sehingga, tidak heran apabila kini ada banyak perusahaan yang memilih untuk menggunakan analisis data neuromarketing untuk memanfaatkan perilaku target audiens atau calon pelanggan mereka.

Manfaat Neuromarketing
Berikut ini adalah beberapa manfaat neuromarketing pada bisnis, antara lain:
1. Memberikan Gambaran Lengkap Tentang Pelanggan Anda
Dengan menerapkan neuromarketing, Anda dapat mengamati ekspresi wajah, bahasa tubuh, gerakan mata, reaksi bawah sadar, dan reaksi hormonal responden atau pelanggan Anda. Sehingga, Anda dapat memeroleh gambaran lengkap tentang pelanggan Anda.
2. Menggunakan Reaksi Psikologis untuk Meningkatkan Konten
Saat Anda menonton film, mendengarkan musik, atau membaca buku, selalu akan ada bagian tertentu yang memicu reaksi berbeda dari diri Anda.
Dalam hal ini, Anda dapat memanfaatkan hal tersebut melalui neuromarketing untuk mengeksplorasi reaksi pelanggan berdasarkan konten yang Anda berikan kepada mereka.
3. Mengumpulkan Data yang Konkrit
Neuromarketing membantu merek bisnis untuk memanfaatkan reaksi yang terjadi di tingkat bawah sadar pelanggan, yang menawarkan cara bagi perusahaan untuk fokus mengubah reaksi tersebut menjadi sebuah data yang konkrit.
Cara Membuat Konten Neuromarketing
Untuk mewujudkan desain konten dengan konsep marketing semacam ini memang bukan perkara yang mudah. Namun apabila di lakukan dengan tepat, tentu saja hasilnya akan sesuai ekspektasi.
Berikut ini adalah beberapa langkah penting dalam membuat konten neuromarketing, antara lain:
1. Membatasi Pemilihan Produk
Hal pertama yang harus di lakukan untuk memastikan keberhasilan strategi pemasaran tersebut yaitu dengan membatasi pemilihan produk. Lakukan hal ini supaya nantinya pelanggan dapat berfokus pada produk tertentu yang di tawarkan.
Terlalu banyak jenis dan macam produk dapat membuat pelanggan merasa bingung. Maka dari itu, penawaran produk yang terbatas justru memudahkan pelanggan untuk melakukan pemilihan.
2. Kelangkaan Produk
Sangat penting mengetahui seberapa langka produk yang di tawarkan pada pelanggan. Semakin langka dan unik tentu saja makin banyak pelanggan yang tertarik untuk memiliki produk tersebut.
Strategi ini merupakan salah satu cara pemasaran unik yang sering kali berhasil saat di terapkan. Produk populer dengan jumlah minimum umumnya akan lebih populer. Karena sebagian besar pelanggan tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan produk ini.
3. Memanusiakan Brand
Meski terdengar tidak biasa, namun untuk membuat konten neuromarketing yang berhasil, maka di butuhkan kemampuan untuk memanusiakan brand produk. Caranya sangat sederhana, misalnya dengan menambahkan foto seseorang dalam konten promosi yang di buat.
Ekspresi wajah seseorang pada sebuah iklan dapat mempengaruhi pelanggan secara tidak langsung. Oleh sebab itu, berhati-hatilah saat menentukan emosi yang akan di tuangkan dalam promosi yang di buat nantinya.
Tools yang Digunakan Dalam Neuromarketing
Membuat konten dengan konsep pemasaran neuromarketing membutuhkan beberapa tools penting seperti aplikasi pendukung marketing. Oleh sebab itu, bagi yang ingin mencoba strategi tersebut, sebaiknya ketahui berbagai macam tools yang harus digunakan.
Berikut ini adalah beberapa tools yang bisa Anda gunakan dalam proses neuromarketing, antara lain:
1. FMRI
FMRI ini merupakan singkatan dari Functional Magnetic Resonance Imaginary. Di mana alat ini dapat membantu untuk memantau seperti apa reaksi otak seseorang dalam merespon sesuatu. Sehingga dengan alat ini dapat di ketahui pendapat dan pikiran pelanggan secara umum. Terutama saat melihat produk tertentu, misalnya saja produk yang baru saja di luncurkan, atau misalkan perubahan pada kemasan.
2. EEG
Tools berikutnya yang juga sering kali digunakan dalam strategi pemasaran yang satu ini yaitu EEG. Di mana ini merupakan singkatan dari Electroencephalogram. Alat yang satu ini merupakan salah satu pendeteksi perubahan emosi yang cukup akurat. Sehingga tidak heran jika digunakan sebagai alat untuk mendukung teknik pemasaran yang menggabungkan emosi dengan data-data pemasaran yang dimiliki.
3. ECG
Rupanya ECG atau yang juga di kenal dengan Electrocardiogram juga bisa menjadi salah satu sarana untuk strategi yang satu ini. Dengan mendeteksi detak jantung, secara tidak langsung emosi pelanggan dapat di ukur saat mengetahui sebuah produk tertentu. Sehingga pebisnis bisa memperkirakan seperti apa tanggapan pelanggan terhadap produk mereka.
4. Biometrics
Melalui sistem yang satu ini, maka dapat juga di lakukan strategi pemasaran dengan teknologi neuro yang optimal. Sebab pada dasarnya biometrics ini dapat melihat pola dan tingkah laku seseorang tanpa harus mengucapkannya secara jelas. Sehingga lewat teknologi ini dapat di peroleh perkiraan pemikiran pelanggan terhadap sebuah produk yang di luncurkan.
5. Facial Coding
Alat ini merupakan salah satu alat yang bisa mendeteksi perubahan pada wajah seseorang. Sehingga tidak heran jika dapat di pakai untuk mensukseskan pemasaran menggunakan sistem neuromarketing. Berkat informasi yang di berikan melalui alat tersebut, akan terbaca jelas seperti apa raut wajah seseorang saat melihat produk tertentu.
Contoh Neuromarketing
Ada banyak contoh neuromarketing yang bisa di aplikasikan secara umum. Hanya saja banyak pebisnis yang belum paham bentuk dari strategi pemasaran tersebut. Oleh karena itu, agar dapat memahami dengan baik, di perlukan contoh neuromarketing yang cukup spesifik.
Berikut ini adalah beberapa contoh neuromarketing yang perlu Anda ketahui, antara lain:
1. Neuromarketing Pada Iklan Coca Cola
Yang pertama yaitu iklan yang di promosikan oleh soft drink ternama Coca Cola. Sering kali dalam iklan di tampilkan seseorang yang mengkonsumsi produk tersebut dengan kondisi terlihat menyegarkan. Sehingga membuat penonton iklan merasa haus dan ingin mengkonsumsi produk tersebut.
Ini adalah taktik yang umum di lakukan bukan hanya oleh Coca Cola, namun juga sebagian besar produk minuman lainnya. Ilustrasi kesegaran yang terlihat mampu secara tidak langsung memikat pelanggan untuk mengkonsumsi produk yang di iklankan.
2. Pemasaran Neuro Milik IKEA
Salah satu contoh lain yaitu strategi yang di terapkan oleh IKEA. Di mana umumnya IKEA akan memancing pelanggan untuk bertanya lebih lanjut tentang material yang digunakan. Sehingga melalui hal ini IKEA akan memeroleh informasi spesifik dari pelanggan terkait produk yang baru di luncurkan.
Jika respon yang di dapatkan cukup baik artinya produk yang di luncurkan meraih kesuksesan. Sebaliknya saat raut wajah pelanggan terlihat kurang puas, artinya di perlukan perbaikan dari produk tersebut secara umum.
3. Neuromarketing Hyundai
Selanjutnya jika ingin tahu seperti apa contoh neuromarketing, maka perhatikan baik-baik iklan yang di tayangkan oleh produk mobil Hyundai. Sebagian besar iklan tersebut memiliki sedikit perbedaan pada produk-produk besutan merek tersebut.
Di sini Hyundai melakukan pengamatan perubahan para pelanggan saat menemukan sesuatu yang berbeda. Apa perbedaan yang membuat pelanggan tidak nyaman akan menjadi tolok ukur untuk mengganti bagian tersebut. Sementara sesuatu perbedaan yang membuat pelanggan merasa senang akan di kembangkan oleh produsen mobil dari Jepang tersebut.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat di pahami neuromarketing merupakan strategi pemasaran yang menggabungkan neuroscience dan ilmu pemasaran. Dengan menerapkan metode marketing, bisnis dapat memahami produk seperti apa yang di sukai dan di terima oleh pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan tidak langsung omzet penjualan serta pendapatan bisnis.
